Blog Mahasiswa FEUI – Manajemen angkatan 2006

Disclaimer :

Testimonial ini tidak ditujukan sebagai sarana pemujaan individu maupun pembunuhan karakter. Testimonial ini bertujuan untuk membantu mahasiswa mempersiapkan diri dan antisipasi dalam menghadapi dosen yang bersangkutan dan untuk memberikan masukan obyektif bagi dosen.

Bagi yang akan memberikan testimonial diharapkan untuk memberikan penilaian obyektif. Moderator berhak menghapus testimonial atau komentar yang dianggap mengganggu.


Comments on: "Testimonial : Sonya Oktaviana S.E., M.Ak." (22)

  1. WyndaErviana said:

    Not reccommended klo menurut gw..
    ngajarnya kurang jelas dan sering dateng terlambat..
    nilai juga fair sepertinya,,

  2. setuju sama komennya wynda.
    ngajar kurang jelas, sering dateng terlambat, dan kelasnya cepet selesai (biasanya maks 1 jam, kecuali ada presentasi).
    Nilai agak pelit sih.
    Kalau ujian soalnya nggak jauh beda dari yang ada di buku, jadi manfaatkan buku sebaik-baiknya buat ngerti materi dan buat persiapan ujian :p

  3. setuju…., UTS 85 uas 83 masa dapet B-…, gak recomend banget buat yg mau ambil ASP….,,

  4. Setuju sama comment-comment di atas. Not recommended.
    Dateng telat, kalo ngajar kurang persiapan, boring, ga ngasih kisi-kisi.
    Tapi kalo nilai tugas dia baik, terbantu nilai tugas buat yang nilainya kurang.

  5. hampir mirip sama komen2 di atas..
    Tapi berdasarkan fakta empiris yg gw alami sendiri (hehe), dia ngasih nilainya enak kok.. gak tau apa temen2 yg lain ngerasa sama. nilai makalah kelompok aja gw dapet 95.
    Mungkin saran aja buat temen2 yg dapet dosen ini, kalo di kelas asal aktif aja (ntah yg mau diomongin bener gak, asal aktif) dan sering tanya,, soalnya bakal pengaruh banget sama nilai ujian kalian.. hehe

  6. NOT RECOMMENDED deh, nasib gue sm kyk comment dee. mending lu cari muka drpd mati2an belajar. ngajarnya juga ga jelas.
    subjektif, klo lu merasa kerja dipemerintahan yakin beliau ga akan berani kasih nilai lu kecil ditambah lagi klo jenis kelamin lu laki2, lu cuap2 aja ga akan berani dibantah.

  7. Setuju banget sama komen2 diatas. klo ngajar boring, masa ngajarin AM cuma baca dr buku. trus nilainya pelit harus cari muka klo mau nilai persentasinya bagus. Soalnya ibu ini bner2 banget ngeliatin dan menilai persentasi tiap mahasiswanya.
    Not reccomend buat ambil AM, kebanyakan nilai uas AM tmn2 gue 60-70an dpet b+ bisa dihitung pake jari.

  8. sonya oktaviana feui said:

    Halo Winda, saya ingat kamu, dan yang lain semuanya (mantan mahasiswa saya),
    Terima kasih untuk masukan dari kalian tentang saya.
    Penting bagi saya untuk memberi tanggapan juga untuk komentar-komentar kalian.

    Mungkin sudah terlalu sering didengar : Sebelum mengikuti kuliah mahasiswa dianjurkan untuk membaca buku teks sebelumnya (boleh dibaca detail banget atau minimal dibaca sekilas). Apa tujuannya?
    Tujuannya adalah agar mahasiswa mendapat gambaran tentang apa yang dijelaskan dosen di kelas. Dengan membaca buku sebelum kuliah, mahasiswa juga bisa menentukan apa yang perlu ia tanyakan saat dosen memberi kesempatan untuk bertanya.

    Dari komentar kalian saya bisa memastikan bahwa kalian tidak pernah/jarang membaca buku teks khusus untuk mata kuliah yang saya ajarkan. Kenapa demikian? tentunya kalian yang lebih tau jawabannya. Karena saya selalu memberi kesempatan mahasiswa untuk bertanya tentang apa yang tidak mereka pahami, baik itu sesuai konteks bab yang dibahas atau tidak. Dan sayangnya banyak mahasiswa yang MEMILIH untuk tidak bertanya. dari pengalaman saya mengajar, sejak saya menjadi asisten dosen tahun 2000, mahasiswa laki-laki cenderung lebih aktif untuk bertanya, saya tidak tau kenapa. So, tidak jadi masalah isi pertanyaan sekedar cuap-cuap atau memang berkulitas, saya hargai semua sebagai proses belajar mahasiswa.

    Konsekuensi dari menjadi mahasiswa adalah: mengikuti kuliah, mengerjakan tugas2 kuliah, mengikuti ujian dll dsb. Sebagai evaluasi atas pencapaian mahasiswa maka dosen melakukan penilaian yang mana nilai tersebut mungkin saja mengecewakan si mahasiswa. Komponen penilaian yang berlaku saat ini cenderung mengurangi bobot UTS, UAS, dan menambah bobot untuk komponen tugas spt PR, kuis, makalah n presentasi dll. Alasan dari Departemen Akuntansi atau Biro Pendidikan FEUI adalah untuk menghargai proses belajar mahasiswa yang mungkin saja karena nervous nilai UTS, UAS-nya kurang bagus. Jadi klo UTS, UAS bagus (80an) tapi tugas lain nilainya kurang ya tetap ada kemungkinan untuk mendapat nilai B-. Silakan dicoba dengan simulasi hitungan pake Excel, UTS, UAS masing-masing 25%, makalah presentasi 4x @10%, partisipasi 10%, mengapa sampai dapat nilai B-.

    Mata kuliah Akuntansi Manajemen (AM) yang saya ajarkan memang cenderung menjadi momok bagi sebagian besar mahasiswa Ekstensi> mungkin karena terbatasnya waktu belajar. Akuntansi Sektor Publik dan Akuntansi Pemerintahan, bagi sebagaian mahasiswa mrp matkul aneh bin ajaib yang dianggap kurang penting untuk ditekuni mengingat cm sebagian kecil mahasiswa ekstensi berminat kerja di pemerintahan. Jadi wajar jika mahasiswa krg bisa paham esensinya.

    Pada saat saya liat ada blog ini dengan komentar yang cenderung memojokkan, saya jadi berpikir ini yang disebut membunuh karakter. Mungkin karena keterbatasan saya dalam manajemen waktu perkulahan maka terkadang kuliah selesai lebih cepat dan kadang lebih lama. Demikian dari saya, mudah-mudahan ini menjadi penjelasan yang bisa diterima dengan baik.

  9. ANAK NONGKRONG WC said:

    kok ga ada yg komen lg sih??? kenapa ya:(

  10. Jokowi_do2 said:

    karena ksalo nyari nama dosen di google,management06 pasti top search,jadi hati-hati menulis testinomi,usahakan anonim…hehe….

  11. ibu Sonya yang saya hormati, terima kasih atas perkuliahan Akpem tahun 2011 dulu..
    Sejak tahun tahun 2012 sampai saya sudah mulai mengajar matkul Akpem dan dosbing KTA di salah satu PTN Kedinasan. Terima kasih ilmunya…

  12. gue diajar beliau semester ini,
    menurut gue Bu Sonya itu:
    1. kurang paham materi, jadi kalo ngajar text book oriented (lebih banyak baca buku atau baca isi slide). so, jangan tanya macem-macem ke dia karena kemungkinan ngak bisa njawab (ato dijawab kaya di buku persis sis sis)
    > mending lo baca buku sendiri aja di kostan/rumah, diajar dia sama aja kaya anak sd belajar baca buku
    2. kalo diajar jangan makan di kelas, ntar disuruh keluar
    3. jawab ujian maunya ada analisis dan beda sama keterangan di buku, nggak ada analisis nilai lo bakal jelek,
    4. ngak on time, sering telat lama kalo ngajar
    5. nilai lumayan susah, kelas gue nilai tertinggi 80 (rata-rata 60-70an gitu) padahal sekelas yakin bisa ngerjain soal ujiannya
    6. cara ngajarnya super boring, jangan heran kalo lo bakal ngantuk di kelas🙂
    kalo menurut gue sih ini dosen not recommended banget, dia bisa bikin matkul yang asik jadi super ngak asik😦

  13. beliau sangat not recommended. sebagian besar materi tidak dikuasai sm beliau. saat kelompok sya presentasi, kelompok saya dinilai kurang sesuai dgn sumber bacaan, pdhl kami benar2 mengutip dr sumber bacaan yg beliau kasih, dr sini terlihat bahwa sebenarnya beliau tidak paham akan materi dan belum membaca sumber yg beliau kasih. selain itu, beliau sepertinya kurang memperhatikan (atau mungkin tidak mengerti) apa yg dijelaskan mahasiswa saat presentasi. beliau sering menyalahkan jawaban mahasiswa padahal kemudian beliau menjelaskan persis seperti yg sebelumnya telah dijelaskan oleh mahasiswa tsb.
    mengenai nilai, beliau juga sangat pelit. saya sebagai mahasiswa merasa tidak mendapatkan ilmu apapun dr beliau, namun beliau tidak menyadari kapabilitas beliau sehingga di kelas saya pada umumnya mendapatkan nilai yg sangat tidak memuaskan (paling tinggi B+ dan hanya sedikit yg mendapatkan nilai tsb). beliau pernah memberikan ujian open book dan soalnya memang agak text book, dalam artian bukan menanyakan pendapat ataupun berupa soal kasus, sehingga tidak memungkinkan bagi kami untuk menjawab dengan analisis (contoh soal yg ditanyakan berupa prosedur, gak mungkin mencantumkan pendapat kan?). namun nilai kami sangat buruk pdhl kami menjawab sesuai dengan buku.
    jika Ibu Sonya mmbaca komentar ini, ada baiknya Ibu instrospeksi diri dan melihat komentar saya dan lainnya yang di atas dari sudut pandang yang objektif. Karena peran Ibu dalam menentukan IP kami, yang dapat memengaruhi masa depan kami, sangat penting. Ibu Sonya juga dapat membaca materi sebelum mengajar, sehingga jika ada pertanyaan Ibu dapat menjawab dengan baik dan tidak membingungkan mahasiswa. Ibu juga dapat memerhatikan waktu kedatangan ibu, karena tidak pernah sekalipun dalam satu semester ibu datang tepat waktu.

  14. Saya dua kali mengikuti kelas ibu Sonya. Satu kali di 2012 dan satu kali di 2014. Di matakuliah 2012 saya mengakui saya 50% tidak mengerti pelajaran yang diajarkan. Namun itu karena dua hal, karena suara beliau sangat kecil dan saya sibuk kepanitiaan jadi tidak banyak belajar. Namun di 2014, karena saya sudah pernah dengan beliau sebelumnya, so saya ambil hikmah dari itu lalu saya mencoba untuk belajar lebih giat dan memperhatikan beliau. Hasilnya saya sangat mengerti pelajaran yang diberikan beliau dan hasilnya saya dapat A dari beliau. So i might say its depends on your intention and how hard you’ve studied. Furthermore, she is so nice when you ask her kindly. Thanks a lot bu Sonya.

  15. wih bu sonya itu baik banget kok………..
    kasi lope lope deh…….❤❤❤

  16. suryapaloh rajaPertalite said:

    ibu ini baek atau engga sih…. kalo akpem sama ibu dwi martani atau pak deddi nordiawan,mending mana?
    katanya bu sonya pelit nilai,tp temen gue ada yg dpt AON sama dia dpt A-.
    tpi di atas tuh ada yg uts,uasnya 83,85 nilai akhir dpt B-…
    ah pussiing

  17. Mahasiswa13 said:

    Diajar ibu sonya di kls ASP, sblmya udh takut aja bakalan dpt nilai jelek tp ternyata engga. Kalo ngajar emang suaranya agak kecil, tp cukup jelas kok ttg materi yg disampaikan.
    Untuk soal nilai, menurut gue fair cenderung baik, nilai presentasi ga segan2 ngasih 85 padahal menurut gue presentasi kelompok gue biasa2 aja, nilai uts uas juga ternyata dpt bagus pdhl jawabnya ngarang banget gatau bener apa engga, untuk nilai partisipasi sering2 nanya aja kalo ada yg lagi presentasi supaya nilai presentasinya gede ☺

  18. sangat not recommended. kurang menguasai materi. kalau ngajar suka bingung sendiri. nilanya sadis. padahal menurut saya matkul yang diajarkan dapat menajdi matkul yang asik. sangat tidak memberikan umpan balik yang konstruktif, kalau mahasiswanya males ya mereka akan tetep males dan gaada motivasi untuk belajar – nilainya jelek. kalau mahasiswanya rajin, nilai mereka akan bagus karena usaha mati-matian mereka sendiri – nilainya belom tentu bagus juga. intinya diajar sama ibu ini gak asik banget, boring. kalau baca buku doang sih bisa aja gak pake dosen. apa gunanya dosen dong kalau gitu…

  19. ABM - D said:

    komen nya jelek semua, ini gue buat perpoin
    1. ngajar gajelas
    2. gak nguasain materi samsek, diajarin sama dia sama aja kyk ngedikte dari buku (padahal pelajarannya ngitung bukan teori)
    3. nilai ghaib tapi ghaibnya yang jelek banget, kyknya lu kalo ujian angka meleset 0,0001 aja dari kunci jawabannya disalahin
    4. ngajar nya bosenin udah kayak upacara, bikin ngantuk
    5. sok galak padahal gak ada yg peduli sama dia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: