Yang namanya orang kuliah, pasti ujung ujungnya ngomongin soal nilai. Nilai nilai itulah yang nantinya menentukan kelulusan si mahasiswa.
Nilai nilai itu juga yang membedakan mana mahassiwa berprestasi dengan mahasiswa yang kurang.
Trus, gimana sih supaya dapet nilai bagus…. sukur sukur bisa kumlaut (cum laude)?
Well… dari pengalaman kuliah di PEFEUI, yang namanya otak cerdas itu cuma memegang sekitar 20% (hihihi… berita bagus nih buat yang ngerasa dirinya ga cerdas).
Trus sisanya yang 80% apa?
Kalo dari pengalaman saya, sisa yang 80% itu terdiri dari kombinasi :
Penjelasannya gini… (kalo yang soal otak ga usah dijelasin yah).
Semangat itu penting, karena semangat akan jadi motivasi yang menggerakkan seseorang untuk mencapai / mengejar hasil yang maksimal. Seorang mahasiswa PEFEUI harus memiliki visi yang benar mengenai “kenapa gue kuliah di sini…. apa yang gue cari di sini”. Kalo semangatnya adalah untuk mempersiapkan masa depan, maka biasanya dia akan fighht abis abisan untuk masa depannya tersebut. Tetapi kalo dia ga punya cita cita…. kuliah cuma asal kuliah…. atau kuliah cuma untuk ngisi waktu luang…. atau cuma untuk memperluas relasi, cari teman hahahehe hahahehe… yah most likely dia juga ga akan serius dalam belajar. Kalo diibaratkan kendaraan, otak adalah mesin utama, sementara semangat adalah bahan bakar yang berperan penting untuk mengantarkan seseorang sampai kepada tujuan. Mesin tanpa bahan bakar ga akan bisa bergerak.
Udah bukan rahasia lagi bahwa yang namanya dosen itu ada yang sangat baik hati, ada yang super killer. Ada dosen yang pinter untuk dirinya sendiri (tapi ga bisa njelasin ke mahasiswa), tapi ada juga dosen yang jago njelasin. Ada dosen dosen yang senang kalau mahasiswanya sukses, tapi ada jg dosen yang kayaknya ga rela mahasiswanya lulus dengan nilai cemerlang. Ada dosen yang hura hura dengan nilai A, tetapi ada dosen yang ngasih standard tinggi bener, sehingga tingkat kelulusan dikelasnya bisa kurang dari 50% (dan yang lulus pun cuma dapet nilai C). Maka dari itu, pemilihan dosen memegang peranan penting dalam keberhasilan si mahasiswa.
Kalau diibaratkan kendaraan tadi… pemilihan dosen itu sama seperti pemilihan rute yang akan dilewati. Ada rute yang mulus, ada yang offroad, ada yang berlobang, ada yang tepi jurang, ada yang hutan hutan….. macem macem deh.
Banyak temen temen saya yang sebenernya ga memiliki otak brilian, tetapi mereka memiliki semangat kerja yang luar biasa. Mereka mau begadang belajar. Mereka mau “walk extra mile” saat mempersiapkan presentasi supaya hasilnya outstanding. Mereka mau bersusah susah demi mendapat hasil yang bagus. Dan hasil akhirnya, mereka bisa mendapat nilai yang bagus.
Kerja keras adalah pelumas. Mesin yang bagus, memiliki bahan bakar yang cukup, memilih rute yang mulus, tetapi tidak memiliki pelumas, maka bisa bisa mesin akan rusak sebelum sampai ditujuan. Kerja keras akan sangat mempengaruhi nilai akhir.
Pemilihan teman disini maksudnya adalah mencari rekan rekan yang chemistry-nya nyambung dengan kita dalam belajar dan kerja kelompok. Saya biasanya membagi teman dalam 2 golongan, teman main (yang enak diajak cekakak cekikik) dan teman belajar dan bekerja (yang enak diajak belajar dan bekerja). Salah memilih teman akan membuat kerja kelompok tidak maksimal. Kita ga bisa bohongin bahwa chemistry dalam bekerja sama itu ada dan penting banget. Jangan sampai kita memilih teman kelompok yang kalo ngomong ga nyambung…. bikin jadwal janjian kerja bareng juga ga ketemu ketemu…. kalo dikasih kerjaan ternyata ga diselesaikan sesuai target…. ada yang cuma numpang nama tapi ga ikutan kerja……(dan kita pun jangan jadi orang yang seperti itu). Jangan sampai kita satu kelompok dengan seorang (atau beberapa orang) free riders.
Kalau sampai kita terjebak disituasi seperti itu, alamatnya kita harus bekerja lebih keras demi meng-cover kerjaan teman yang under performed. Kalo kita ga mau lakukan itu, yah endingnya nilai kita jadi tarohan.
Hehehehe…. mungkin ini adalah komponen yang paling aneh. Well…. but it’s true. Ada kalanya keberuntungan mengambil peran penting dalam keberhasilan seseorang. Saya pribadi sering mengalami hal tersebut. Contoh gampangnya adalah ketika saya (karena satu dan lain hal) cuma sempet belajar 15 menit sebelum ujian, ternyata yang saya baca dalam 15 menit tersebut adalah yang keluar di ujian. Teman saya yang belajar berhari hari sebelumnya ternyata mendapat nilai lebih rendah dari saya karena yang dipelajari bukan yang keluar di ujian.
Tetapi saya juga pernah mengalami ketidak beruntungan. Saya belajar dengan sungguh sungguh ketika akan ujian, bahkan saya ngajarin teman teman saya untuk mata kuliah tersebut. Tapi ternyata pas ujian, mendadak otak saya menjadi blank. Semua yang saya pelajari hilang lenyap. Begitu nilai keluar, saya cuma dapet nilai 30, sementara teman teman yang saya ajari sebelumnya mendapat nilai diatas 60 semua.
Ada banyak faktor keberuntungan yang mengambil peranan dalam keberhasilan seseorang.
Penutup
Nah, kalau dilihat dari formula yang saya sebutkan di atas, maka dari rumusan tersebut hanya 2 hal yang berada di luar dari kontrol si mahasiswa, yaitu masalah kapasitas otak dan keberuntungan. Secara total, kedua hal tersebut mempengaruhi hanya sebesar 35% dari hasil akhir. Sisanya ada di tangan kita.
So, make sure aja bahwa kita memiliki semangat yang besar, memilih dosen yang tepat, kita mau bekerja keras, dan kita memilih teman teman yang tepat.
Informasi yang Bermanfaat Bung Firman..
pren, aku sekarang diterima di Manajemen ekstensi UI, kira-kira sistem SKS (sistem Kebut Semalam, sebelum ujian, red) efektif tidak?
kedua, boleh dong minjem buku-buku ajar mata kuliah manajemen?
thanks before ya..
Halo Senior,
Ada yang mau berbagi buku2 lungsuran kuliahnya pada saya
?
dengan senang hati saya mau menampungnya lho….
Hai..
gw bener bener salut ma ide blog ini…
sangat memabntu dan moga semua kebaikan tercurah untuk pembuat blog atas effort dan jasanya.
Gw mau tanay nih,
temen guwe kebetulan amsuk extensi UI, trs dia di SIAK NG nya pembimbing akademiknya pak Imo Gandakusuma, padahal dia kan kul di depok dan Pak Imo kulihat2 jadwalnya di Salemba saja.
Dia udah tanya sih pas di salemba, katanya g papa, karena Pak Imo adalah Kajur sekarang..
Ada inputan tenant PA temen gw itu gak yah?
thx bgt .. dan sekali lagis emoga amal dan kebaikkannya menjadi amalan yang tak terputus,s ellau dibals dan etrcurah untukmu.
wah sama donk gw PA nya pak Imo, tapi gw di depok, kejauhan ga tuh klo dia di salemba mulu? :hammer:
kakak senior yang baek,
gimana dg PSAU? apakah pentng bgt? soalnya aku gak bisa dateng akrena ada urusan yg puenting bgt!! mungkin bisa sdikt dijelaskan apa itu PSAU??
many thanks for you!!
keep sharing
January 23, 2009 at 11:07 am
Nice post…
^__^